Blog ini hanya saya tulis ketika saya tidak ada ide lagi. Jadi catatan-catatan ini hanya ide-ide saya yang tidak pernah terstruktur secara baik. Anda boleh menikmati atau hanya sekedar lihat-lihat saja. Komen sangat dihargai dan dihormati!

Wednesday, September 06, 2006

Beginilah saya belajar Studi Islam

Tanya jawab ini saya desain pada tahun 1999, ketika saya mulai mendalami Studi Islam secara individu di IAIN Sunan Kalijaga. Jadi pertanyaan ini harus dibaca sebagai coretan mahasiswa S1 6 tahun yang lalu. Saya pikir tanya jawab ini masih berguna bagi kalangan yang ingin tahu beberapa aspek mendasar dalam Studi Islam.




Apakah pada periode Ummayyah sudah ditemui pemikiran Politik ?


Menurut Ahmad Syafii Maarif, selama periode Ummayyah (661-750), kita belum mengenal suatu pemikiran politik yang jelas dalam sejarah Islam yang dirumuskan secara sistematis oleh para yuris-teologi Islam (Ahmad Syafii Maarif, 1996, h.22)

Sebuktan dua faktor yang penyebab corak apologetik bagi teori golongan Sunni dalam bidang politik ?
1. adanya kemunduran politik imperium Abbasiah.
2. Adanya serangan efektif di bidang politik, agama dan intelektual dari golongan Syi‘ah, Khawarij dan Mu‘tazilah terhadap kekuasaan politik Abbasiah (Ahmad Syafii Maarif, 1996, h.22-23.)

Apakah yang dilakukan oleh Attaturk modernisme Islam ?
Apa yang dijalankan oleh Attaturk bukan bagian dari modernisme Islam, tapi praktek sekularisme yang terputus dari ruh Islam (Ahmad Syafii Maarif, 1996, h.60.)

Sebutkan teori-teori kebangkitan Bani ‘Abbasiyah ?
Pertama, adalah teori faksionalisme rasial atau teori pengelompokkan kebangsaan. Kedua, teori faksionalisme sektarian atau teori pengelompokkan golongan atas dasar paham keagamaan. Ketiga, teori faksionalisme kesukuan. Keempat, teori yang menekankan kepada ketidakadilan ekonomi dan disparitas regional.( H.M. Atho' Mudzhar 1997, 18-20)

Jelaskan apa yang dimaksud dengan teori faksionalisme rasial atau teori pengelompokkan kebangsaan ?
Teori ini mengatakan bahwa Daulat Bani Umayyah itu pada dasarnya adalah suatu Kerajaan Arab yang sangat mementingkan kepentingan orang-orang Arab dan sangat melalaikan kepentingan orang-orang atau rakyat yang bukan Arab meskipun disebut terakhir ini sudah memeluk agama Islam seperti orang-orang Mawali dari Iran sebagai daerah sebelah timur yangbaru saja ditaklukan Islam ketika itu. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Van Vloten dalam buku berjudul: De Opkomts Der Abbasiden in Chorasan (1890). (H.M. Atho' Mudzhar 1997, 19)

Jelaskan apa yang dimaksud dengan teori faksionalisme sektarian atau teori pengelompokkan golongan atas dasar paham keagamaan ?
Teori ini menerangkan bahwa kaum Syiah selamanya adalah lawan dari Bani Umayyah yang dianggapnya telah merampas kekuasaan dari tangan Sayyidina Ali bin Abi Thalib. (H.M. Atho' Mudzhar 1997, 19)

Jelaskan apa yang dimaksud dengan teori faksionalisme kesukuan ?
Teori ini mengatakan bahwa persaingan antar suku Arab ala zaman Jahiliyyah sebenarnya masih terus berlangsung atau hidup kembali pada masa pemerintaha Bani Umayyah. Dua suku utama yaitu suku Mudhariah bagi orang-orang yang datang dari sebelah utara dan suku Yamaniah bagi orang-orang Arab yang datang dari sebelah selatan. Menurut teori ini, setiap Khalifah dari Bani Umayyah didukung oleh salah satu dari dua suku besar ini.(H.M. Atho' Mudzhar 1997, 20)
Jelaskan apa yang dimaksud dengan teori yang menekankan kepada ketidakadilan ekonomi dan disparitas regional ?
Teori ini mengatakan bahwa orang Arab dari Syria mendapat perlakuan khusu dan mendapat keuntungan-keuntungan tertntu dari Daulat Abbasiyyah dengan memperoleh keringanan-keringanan pajak dan hak-hak mengolah tanah di wilayah-wilayah yang baru ditaklukan, sedangkan orang-orang Arab dari sebelah timur khususnya Iraq yang tinggal di wilayah Khurasan tidak memperoleh perlakuan khusus demikian. (H.M. Atho' Mudzhar 1997, 20

Bagaimana sikap penguasa ‘Abbasiyyah terhadap selir dan harem ?
Kesukaan penguasa ‘Abbasiyyah kepada Selir dan harem mengahancurkan prinsip kemurnian rasial tersebut. Dalam garis panjang pemerintahan ‘Abbasiyyah hanya tiga khalifah yang berasal dari ibu yang merdeka. Selebihnya keturunan Yunani, Persia, dan Berber (seperti Harun ar-Rasydi, putra al-Khayzuran). (Akbar S. Ahmed 1997, 67)

Kapankah Imam Abu Hanifah lahir ?
Abu Haifah lahir pada 80 H/699 di Kufah Irak- meninggal di Baghdad, Iraq pada 150, 150 H/767M

Siapakah nama guru Imam Abu Hanifah ?
Guru yang paling berpengaruh pada dirinya adalah ulama besar Hammad Bin Abi Sulaiman (Abdul Azis Dahlan, 1997, 12)

Bagaimana sistem Imam Abu Hanifah dalam berijtihad?
Secara teoritis¸ ijtihâd Abu Hanifah secara beurutan didasarkan kepada Al-Qur’ân al-Karîm, Sunnah Rasûlullâh, Ijma‘, Qiyas, Istihsân dan ‘urf. (H.M. Atho' Mudzhar 1998,74)


Sebutkan Nama kitab-kitab madzhab Hanafi ?
Kitab fikih madzhab Hanafi. Diantaranya adalah sebagai berikut.
(1) Al-Fiqh as-Asgar, oleh Imam Abu Hanifah
(2) Kitâb al-Kharâj, oleh Imam Abu Yusuf
(3) Zahir ar-Riwâyah , oleh Imam Muhammad bin Hasan as-Syaibani
(4) An-Nawâdir, oleh Imam asy-Syaibani
(5) Al-Kâfî, oleh Abi al-Fadl Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Maruzi (w.334 H/945 M)
(6) Al-Mabsût, merupakan syarah (penjelasan) dari ­al-Kâfîi, Kitab ini disusun Imam as-Sarakhsi secara sitematis dengan bahasa yang mudah dan lugas, dibareni dengan berbagai alasan
(7) Raudah al-Qudâh wa Tharîq an-Najâh, oleh Abi al-Qasim Ali bin Muhammad bin Ahmad ar-Rahbu as-Simnani (w.499H/1105 M)
(8) Syarh Adab al-Qâdlî, oleh Burhanuddin al-A’immah Hisammuddin Umar bin Abdul Aziz bin asy-Syahid (w. 536 H/ 1141 M). (Abdul Azis Dahlan 1997,345)
(8) Tuhfah al-Fuqahâ’, oleh Alauddin Muhammad bin Ahmad bin Ahmad as-Samarqandi (w. 539 H/ 1145 M)
(9) Badâ‘i‘ ash-Shanâ’i‘, oleh Alauddin abi Bakr bin Mas‘ud bin Ahmad al-Kasani atau Imam al-Kasani
(10) Al-Hidâyah wa Syarhuhâ Fath al-Qadîr, oleh Ali bin Abu Bakr al-Marginani ( w. 539H/1197M)
(11) Jâmi’ al-Fushûlain, oleh Mahmud bin Israil Abdul Aziz yang populer dengan nama Ibnu Qadi Samaunah (w. 823 H/1420 M)
(12) Durar al-Hukkâm fî ghurar al-Ahkâm, oleh Muhammad bin Faramuz (w. 885H/ 1480) ini memuat 55 topik yang terdiri atas 120 bab.
(13) Al-Bahr ar-Râ’iq Syarh Kanz ad-Daqâ’iq, oleh Zainuddin bin Ibrahîm bin Muhammad atau yang poler Ibnu Nujaim (w. 970H/1563 M)
(14) Tanwîr al-Abshaâr wa Jâmi‘ al-Bihâr, oleh Muhammad bin Abdullah bin Ahmad al-Khatib at-Tamartasyi ( w. 1004 H/ 1596 M)
(15) Ad-Durr al-Mukhtar fî Syarh Tanwîr al-Abshâr, oleh Alauddin Muhammad bin Ali al-Husni yang populer dengan nama al-Haskafi
(16) Al-Fatâwâ al-Hindiyyah atau al-Fatâwâ al-‘Alamkiriyyah. Buku ini merupakan fatwa yang dikemukakan oleh 23 ulama fiqh India yang dipimpin Syekh Nizamuddin
(17) Hasyiyah Radd al-Muhtar ‘alâ ad-Durr al-Mukhthar fî Syarh al-Abshâr atau Hasyiyah Ibn ‘Abidîn, disusun oleh Ibn Abidin.
(18) Al-Lubâb fî Syarh al-Kitâb , oleh Syekh Abdul Gani bin Talib al-Ganimi ad-Dimasyqî al-Midani (w. 1298 H/1881 M)
(19) Majallah al-Ahkâm al-‘Adliyyah. Kitab ini disusun oleh lajnah khusus yang terdiri dari ulama madzhab Hanafi pada 1286
(20) Mursi al-Harân ilâ Ma‘rifah Ahwâl al-Insân oleh Muhammad Qurdi Basya ( w.1306 H/1888 M). (Abdul Azis Dahlan 1997, 345)


Bagaimana sistem Imam Malik dalam berijtihad ?
Urutan dalil yang dipakai Malik dan ijtihad-ijtihadnya ialah: Al-Qur’an, Ijma sahabat, Hadits, qiyas, mashalih mursalah.
[1]


Bagaimana sistem Imam Syafi‘i dalam berijtihad?
Dalil-dalil yang dipakai Imam Syafi‘i dalam ijtihadnya adalah: al-Qur’an, Hadits, Ijma‘, Qiyâs, Istidlâl. (H.M. Atho' Mudzhar, 1998, h.78)


Bagaimana sistem Imam Ahmad bin Hambal dalam berijtihad?
Secara berurutan dalil yang dipakai Imam Ahmad bin Hanbal adalah: al-Qur’an, Hadits, Ijma‘ dan Qiyâs.
[2]
Nama-nama kitab madzhab Ja‘fari yaitu.[3]
(1) Syarâ’i‘ al-Islâm fî Masâ’il al-Halâl wa al-Harâm, oleh Abu al-Qasim Ja‘far bin Hasan bin Yahya al-Hazli ( w. 676 H/ 1277 M)
(2) Al-Mukhtashar an-Nafi‘, oleh al-Hazli
(3) Ar-Raudah al-Bahiyyah Syarh al-Lum‘ah ad-Dimasqiyyah, oleh Zainuddin bin Ali bin Ahmad al-Amili al-Jabi‘I ( w. 966 H/ 1559 M)


Fiqh jenis apa yang berkembang dalam sejarah Islam ?
Fiqh yang berkembang di dalam sejarah Islam adalah fiqh patriarki. (Nasaruddin Umar 1998, 114)

Apa sebutan hukum dalam Islam ?
Dalam Islam, hukum disebut dengan istilah fiqh, yang artinya memahami atau memperoleh pengetahuan.
[4]

Kenapa legalisme fiqh atau Syari'ah bisa begitu dominan terhadap lembaga-lembaga pendidikan Islam ?
Pertama, ini berkaitan dengan pandangan tentang ketinggian syari‘ah dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Kedua, secara institusional lembaga-lembaga pendidikan Islam oleh mereka yang ahli dalam bidang-bidang agama. Azyumardi Azra, 1999, x)

Sebutkan arti konsep Syari‘ah ?
Konsep Syari‘ah yaitu jalan yang ditetapkan oleh Tuhan di mana manusia harus mengarahkan hidupnya untuk merealisir kehendak Tuhan. Ia adalah konsep praktis yang berhubungan dengan tingkah laku an sich. (Fazrul Rahman 1997, 141 )



Secara terminologis, Imam asy-Syatibi menyatakan bahwa syari‘at sama dengan agama.
[5] Fazrul Rahman, juga mendefinisikan Syari‘ah adalah ­ad-Dîn yang secara harfih berarti ‘kepatuhan’ dan ‘ketaatan’.[6]


Sebutkan nama-nama kitab Fiqh Kontemporer?
Nama-nama kitab Fiqh Kontemporer yaitu:
[7]
(1) At-Tasyri‘ al-Jinâ’î al-Islâmî Muqaranan bi al-Qanûn al-Wadl‘î, oleh Abdul Qadir Audah ( w. 1373 H. 1945 M)
(2) Al-Milkiyyah wa Nadzariiyah al-‘Aqd fî asy-Syarî‘ah al-Islâmiyyah, oleh Imam Muhammad Abu Zahrah ( w. 1394 H/ 1974 M)
(3) Mashadîr al-Haqq fî al-Fiqh al-Islâmî oleh Abdur Razzaq Ahmad as-Sanhuri ( ahli fiqh Mesir), yang disusun sesuai dengan sistematika penulisan hukum posistif Barat.
(4) Mausû‘ah al-Fiqh al-Islâmî, oleh al-Majlis al-A‘li li asy-Syu‘un al-Islamiyyah di Cairo pada tahun 1381 H/1961 M
(5) Al-Mausû‘ah al-Fiqhiyyah, disusun oleh kementrian Wakaf dan Urusan Agama Islam Kuwiat
(6) Mu‘jam al-Fiqh al-Hanbalî, oleh Kementrian Wakaf dan Urusan Agama Islam Kuwait pada tahun 1393 H/1973 M
(7) Al-Madkhal al-Fiqhî al-‘Âmm, oleh Mustafa Ahmad az-Zarqa, mantan guru besar fiqh Islam di Fakultas Hukum Universitas Damascus dan sekarang guru besar fiqh di Universitas Yordania
(8) Al-Fiqh al-Islâmî wa Adillatuh, oleh Wahbah az-Zuhaili.


Sebutkan perbedaan antara “modernisme” dan “modernitas”?
Perbedaan antara “modernisme” dan “modernitas” adalah.
[8]
Modernisme berkonotasi kuat pengagungan pola hidup zaman mutakhir ini sebagai “kebijakan final” umat manusia, perwujudan terakhir proses panjang sejarah pertumbuhan dan perkembangan peradaban. Jadi “modernisme” sebagai “isme”, mendekati ketettuan tentang sebuah ideologi tertutup, sama dengan sekularism, rasionalisme dan lain-lain. Sedangkan “modernitas” adalah suatu ungkapan tentang kenyataan mengenai hidup zaman mutakhir ini, dalam pengertian positif dan negatif yang campur aduk, dengan pendekaan spesifik kepada suatu masalah sperifik.

Bagaimanakah perbedaan antara modern dan kontemporer?
Perbedaan yang paling jelas antara yang modern dengan yang kontemporer adalah yang pertama merujuk kepada era modernisasi secara umum, sedangkan kontemporer merujuk kepada era sekarang atau yang berlaku kini.
[9]

Apa yang anda ketahui tentang sekularisasi ?
Sekulirasasi adalah pengakuan wewenang ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam membinan kehidupan duniawi. Sekularisasi pada hakekatnya, adalah perkembangan pembebasan (Nurcholish Madjid, 1999, h.218).

Apa yang dimaksud dengan sekularisme ?
Sekularisme adalah nama untuk duatu ideologi, suatu pandangan dunia baru yang tertutup yang berfungsi sangat mirip sebagai agama baru (Nurcholish Madjid, 1999, h.218).

Bagaimana penggunaan kata “Sekularisasi” dalam sosiologi ?
Penggunaan kata “Sekularisasi” dalam sosiologi mengandung arti pembebasan, yaitu pembebasan dari sikap penyucian yang tidak pada tempatnya (Nurcholish Madjid, 1999, h.259).

Di era modern sekarang ini, setidaknya, ada dau trend (aliran) kecenderungan pemikiran Islam kontemporer, sebutkan !
1. Trend pemikiran Islam yang menggarisbawahi perlunya melestarikan tradisi keilmuan Islam yang telah terbangun secara kokoh sejak berabad-abad yang lalu serta memanfaatkannya untuk membendung aspek negatif dari gerak arus pembangunan danmodernisasi dalam segala bidang.
2. Tradisi pemikiran keagamaan yang bersifat kritis. Tradisi kritis ini bermula dari pengaruh pemikiran filosofis-kritits terhadap segal abentuk pemikiran manusia, termasuk di dalamnya adalah gugusan pemikiran keagamaan (M. Amin Abdullah, 1995, h.32-33).

Apa yang anda ketahui tentang pemikiran keagamaan ?
Pemikiran keagamaan adalah produk sejarah yang berkembang pada zaman tertentu, maka sangat boleh jadi ia hanya mewakili nuansa pemikiran yang berkembang pada saar tertentu pula (M. Amin Abdullah, 1995, h.33).

Apa yang anda ketahui tentang Tradisi ?
Tradisi adalah merupakan sumber kekuatan mental spritual yang mahaampuh untuk menahan badai perubahan dan pembangunan dalam segala bidang (M. Amin Abdullah, 1995, h.32).

Sebutkan tipologi pemikiran yang mewarnai wacana pemikiran Arab Kontemporer ?
Secara umum ada tiga tipologi pemikiran yang mewarnai wacana pemikiran Arab kontemporer.Pertama, tipologi transformatik. Kedua, Tipologi reformistik. Ketiga, tipologi pemikiran ideal-totalistik.
[10]

Sebutkan apa yang dimaksud dengan tipologi transformatik ?
Tipologi ini mewakili para pemikir Arab yang secara radikal mengajukan proses transformasi masyarakat Arab-Muslim dari budaya tradisional-patriarkal kepada masyarakat rasional ilmiah.
[11]


Sebutkan apa yang dimaksud dengan tipologi transformatik ?
Pada kelompok ini ptoyek yang hendak digarap adalah reformasi dengan penafsiran-penafsiran baru yang lebih hidup dan lebih cocok dengan tuntutan zaman. Kelompok ini lebih spesifik lagi dabagi kepada dua kecenderungan. Pertama, para pemikira yang memakai pendekatan rekonstruktif, yaitu, melihat tradisi suatu masyarakat (agama) tetap hidup dan bisa diterima, maka ia harus dibangun kembali secara baru dengan keranga modern dan prasyarat rasional. Kedua, penggunaan metode dekonstruktif. Metode ini merupakan fenomena baru buat pemikiran Arab kontemporer. Para pemikir dikeonstruktif terdiri dari para pemikir Arab yang dipengaruhi oleh gerakan (post) struturalis Peranci dan beberapa tokoh post-modernisme. (A. Luthfi Assyaukanie 1998,64 )


Sebutkan pula apa yang dimaksud dengan tipologi pemikiran ideal-totalistik ?
Ciri utama dari tipologi ini adalah sikap dan pandangan idealis terhadapa ajaran Islam yang bersifat totalistik. (A. Luthfi Assyaukanie 1998, 65)

Sebutkan pendekatan dalam menjelaskan fenomena kotemporer politik Islam di Indonesia ?
Pendekatan tersebut adalah lima yaitu: (1) dekonfessionalisasi Islam, (2) domestikasi Islam, (3) skismatik dan aliran, (4) trikotomi, dan (5) Islam kultural (Bachtiar Effendy 1998, 23)

Jelaskan apa yang dimaksud dengan dekonfessionalisasi Islam ?
Pendekatan ini dikembngkan oleh C.A.O. Van Nieuwenhuije pada 1950-an. Maksud pendekatan ini yakni tentang persetujuan bahwa implikasi-implikasi tertentu dari sejumlah [doktrin] peribadatan mereka akan dihindari sebagai topik pembicaraan. (Bachtiar Effendy 1998, 25)

Jelaskan apa yang dimaksud dengan domestikasi Islam ?
Pendekatan ini diasosiasikan dengan karya-kary Harry J. Benda. Teori Benda adalah perkembangan perebutan kekuasaan antara Islam dan unsur-unsur non-Islam dalam masyarkat Indonesia. ( Bachtiar Effendy 1998, 30)

Jelaskan apa yang dimaksud dengan skismatik dan aliran ?
Pendekatan ini muncul dari tim peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT). Teori ini bermaksud bahwa hubungan antara Islam dan politik, rasanya aman untuk menyatakan bahwa teori aliran tampak masuk ke dalam madzhab yang memandang bahw teori aliran tampak masuk ke dalam madzhab yang memandang politik Indonesia sebagai arena pertarungan politik antara ortodoksi dan sikretisme. (Bachtiar Effendy 1998, 39)

Jelaskan apa yang dimaksud dengan trikotomi ?
“Pendekatan trikotomi” terutama dirumuskan berlandaskan pertanyaan-pertanyaan bagaimanakan para aktivis politik Islam memberi respon terhadap berbagai tantangan yang di hadapkan kepada merka oleh kelompok elite penguasa. ( Bachtiar Effendy 1998, 41)

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Islam kultural ?
Pendekatan ini dikembangkan oleh Donald K. Emmerson. Tesisnya bahwa “Islam yang berada diluar kekuasaan adalah Islam yang tidak lengkap,” atau bahwa “umat Islam yang tidak terus mengupayakan terwujudnya negara Islam adalah umat Islam yang tidak berbuat yang sesungguhnya demi Islam.” Dengan kata lain’ teori ini adalah upaya untuk meninjau kembali kaitan doktrinal yang formal antara Islam dan politik atau Islam dan negara. (Bahtiar Effendy 1998, 45)

Bagaimanakah model pendekatan dalam Ushul Fiqih?
Pada dasarnya, ushul fiqh mengenal dua model pendekatan: doktriner-normatif-deduktif dan empiris-historis-induktif. (Akhmad Minhaji 1999,16)


Apakah yang dimaksud dengan Pendekatan Kontekstual ?
Model pendekatan kontekstual adalah model pendekatan yang melihat keterkaitan atau berpadunya perkembangan masa lampau-kini-mendatang. (Noeng Muhadjir 1998, 61)

Apa yang dimaksud dengan pendekatan Sejarah Sosial dalam pemikiran Hukum Islam ?
Yang dimaksud dengan pendekatan Sejarah Sosial dalam pemikiran Hukum Islam ialah pendekatan bahwa setiap produk pemikiran Hukum Islam pada dasarnya adalah hasil interaksi antara sipemikir hukum dengan lingkungan sosio-kultural atau sosio-politik yang mengitarinya (H.A. Atho Mudzhar, 1998, h.105).

Sebutkan kepentingan pendekatan Sejarah Sosial dalam pemikiran Hukum Islam ?
1. Untuk meletakkan produk pemikiran hukum Islam itu pada tempat yang seharusnya.
2. Untuk memberikan tambahan keberanian kepada para pemikir hukum Islam sekarang agar tidak ragu-ragu –bila merasa perli- melakukan perubahan suatu produk pemikiran hukum karena sejarah telah membuktikan, bahwa umat Islam di berbagai penjuru dunia telah melakukannya –tanpa sedikitpun merasa keluar dari hukum Islam (H.A. Atho Mudzhar, 1998, h.105).

Seb tahap-tahap Penelitian Sejarah ?
1. Pemilihan Topik
2. Pengumpulan sumber
3. Verifikasi (kritik sejarah, keabsahan sumber )
4. Interpretasi analisis (menguraikan) dan sintesis (menyatukan)
5. Penulisan (Kuntowijoyo 1999, 90)

Bagaimana topik sebaiknya dipilih ?
(a) kedekatan emosional
(b) kedekatan intelektual

Sebutkan rencana penelitian ?
(a) permasalahan (kemukakan subject matter, keperluan penelitian, maksud dan tujuan, luasan dan batas penelitian dalam tempat dan waktu, teori dan konsep yang di pakai)
(b) historiografi (kemukakan sejarah penulisan dalam bidang yang akan diteliti= bibliografi)
(c) sumber sejarah (dimana dan bagaimana)
(d) garis besar (harus nampak penelitian sejarah)



Sebutkan alasan pokok munculnya pesantren ?
Alasan pokok munculnya pesantren ini adalah untuk mentrasmisikan Islam tradisional sebagaimana yang terdapat dalam kitab-kitab klasik yang ditulis berabad-abad yang lalu. (Martin Van Bruinessen 1999, 17)
Bagaimana pendapat Martin tentang keberadaan Pesantren sebelum abad ke-18 ?
Martin Van Bruinessen punya dugaan bahwa lembaga yang layak disebut pesantren belum berdiri sebelum abad ke-18.
[12]

Apa yang dimaksud dengan tradisi ortodoks?
Tradisi ortodoks yaitu fiqh Syafi‘i, doktrin Asy‘ari dan akhlak Al-Ghazâlî tanpa pengaruh lokal. (Martin Van Bruinessen 1999, 27)

Apa arti hadits secara bahasa ?
Kata hadits dalam bahasa Arab, secara literal, bermakna komunikasi, cerita, perbincangan; religius atau sekuler, historis atau kekinian.(Muhammad Mustafa Azami 1992, 17)


Apa arti Sunnah secara bahasa ?
Kata sunnah menurut kamus Arab bermakna: jalan, arah, peraturan, mode atau cara tentang tindakan atau sikap hidup. (Muhammad Mustafa Azami1992, 20)


Sebutkan pendapat-pendapat tentang permulaan munculnya kelompok Syiah ?
Para peneliti berbeda pendapat dalam melihat permulaan munculnya kelompok Syiah. Pendapat-pendapat itu antara lain adalah:
1. Pendapat yang memandang bahwa Syiah muncul ketika Nabi SAW masih hidup. Pendapat ini dikemukakan oleh Muhammad Husain Kasyif al-Gita (seorang mujtahid Syiah kontemporer asa Irak) dan Ahmad Amin (sarjana sejarah dan kebudayaan Islam asal Mesir).
2. Pendapat yang memandang bahwa Syiah muncul ketika Nabi SAW meninggal dunia. Pendapat ini dikemukakan oleh Abu Qasim al-Husain bin Ruh an-Naubakhti ( tokoh Syiah abad ke-3 yang petama menulis tentang Syiah) dan Ibnu Khaldun (808 H), sejarawan dan sosiolog Muslim.
3. Pendapat yang memandang bahwa Syiah muncul pada masa pemerintahan Usman bn Affan (23H/644M-35H/656M). pendapat ini dikemukakan oleh Ibnu Nadim (w. 385 H), sejarawan klasik penulis buku al-Fihrits (daftar nama buku-buku klasik Islam).
4. Pendapat yang memandang bahwa Syiah muncul setelah Ali bin Abi Thalib mati terbunuh di tangan Abdur Rahman bin Muljam, tokoh golongan Khawarij.
5. Pendapat yang memandang kemunculan Syiah dapat dilihat dari dua aspek: aspek keagamaan dan aspek politik. Dilihat dari aspek keagamaan Syiah muncul pada masa Nabi SAW. Dilihat dari aspek politik Syiah muncul setelah terbunuhnya Ali bin Abi Thalib.
6. Pendapat yang memandang bahwa munculnya Syiah sebagai kelompok tersendiri di kalangan umat Islam terjadi stelah pemilihan Abu Bakar sebagai khalifah, tetapi sebelum itu telah terdapat di kalangan sahabat orang-orang yang simpati kepada Ali bin Abi Thalib dan mereka percaya bahwa hanya Ali bin Abi Thalib yang berhal menggantikan Nabi SAW sebagai imam atau khalifah, dengan alasan bahwa Nabi SAW mewasiatkan kepada Ali bin Abi Thalib di Gadir Khum (antara Mekkah dan Madinah). Pendapat ini dikemukakan oleh Ulama Syiah terkemuka Muhammad Husin Tabataba’i (1892-1981). (Abdul Azis Dahlan 1997, 1702-4).


Apa yang dimaksud dengan Qiyâs ?
Istilah Qiyâs , menurut ahli-ahli hukum Islam, beratti penalaran analogis, yakni pengambilan kesimpulan suatu prinsip tertentu yang terkandung dalam suatu preseden hingga sebuah kasus yang baru dapat dimasukkan ke dalam prinsip ini, atau disamakan dengan preseden tersebut dengan kekuatan suatu sifat esensial umum yang disebuat ‘alasan’ (‘illah). (Fazlur Rahman 1997, 94).
Ada beberapa definisi Qiyâs yang dikemukakan oleh ulama fiqh klasik. Sadr asy-Syari'ah (w.747 H/1346 M), mendefinisikan Qiyâs sebagai “memberlakukan hukum asal kepada hukum furu‘ disebabkan kesatuan illat yang tidak dapat dicapai melalui pendekatan bahasa saja. Mayorita ulama Madzhab Syafi'I mendefinisikan Qiyâs dengan “membawa (hukum) yang (belum) dikathui kepada (hukum) yang diketahui dalam rangka menetapkan hukum bagi keduanya atau meniadakan hukum bagi keduanya disebabkan sesuatu yang menyatukan keduanya, baik hukum maupun sifat”. Imam al-Amidi, mendefinisikan Qiyâs dengan “mempersamakan ilat yang ada pada furu‘ dengan illat yang ada pada asal yang diistunbatkan dari hukum asal”. Wahbah az-Zuhaili, mendefinisikan Qiyâs dengan “menyatukan sesuatu yang tidak disebutkan hukumnya oleh nas, disebabkan kesatuan yang disebutkan illat hukum antara keduanya”. (Abdul Azis Dahlan 1997, 939)

Bagaimana posisi Qiyâs ?
Sebagian fuqaha’ memandang Qiyâs bukan sebagai dalil atau sumber hukum, melainkan sekadar sebuah metode (manhaj) saja dalam menggali sumber-sumber hukum. (Romli S.A. 1996, 39)


Jelaskan pendapat Fazlur Rahman mengenai pembagian pembaruan dalam Islam ?
Bila merujuk pada Fazlur Rahman, yang berpandangan bahwa sejarak pembaruan Islam selama dua abad terakhir dibagi empat, antara lain (1) Gerakan Revivalis di akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 (yaitu gerkan Wahhâbîyah di Arab, Sanûsîyah di Afrika Utara dan Fulâniyah di Afrika Barat), (2) Gerakan Modernis (yang dipelopori di India oleh Sayyid Ahmad Khan-meninggal pada1898-), dan di seluruh Timur Tengah oleh Jamâl al-Dîn al-Afghânî (meninggal pada 1997), dan di Mesir oleh Muhammad ‘Abduh (meninggal pada 1905), (3) Neo-Revivalisme (yang ‘modern’ namun agak reaksioner, dimana Mawdûdî beserta kelompok Jamâ‘ti Islâmî-nya di Pakistan merupakan contoh terbaik), dan terakhir (4) Neo-Modernisme ( Fazlur Rahman sendiri mengkategorikan dirinya ke dalam wilayah terakhir ini dengan alasan karena neo-Modernisme mempunyai sintesis progersif dari rasionalitas Modernis dengan ijtihad dan tradisi klasik. (Greg Barton 1999, 9)

Sebutkan dua aliran yang menjadi prinsip utama yang di kembangkan oleh para pembaharu ?
1. “Skripturalisme”, aliran yang menyerukan kembali kepada kitab suci dan yang menekankan otoritas eksklusif al-Qur’ân dan as-Sunnah dalam menentukan hal yang merupakan ajaran dan praktik Islam yang sesungguhnya.
2. Yang berkatian dengan dan bahkan memperkuata aliran pertama, adalah gagasan menafsirkan kembali ajaran Islam sebagai tandingan atas penafsiran lama yang masih berpengaruh pada masa itu karena penafsiran yang terakhir ini tidak mampu memberikan daya bagi kaum Muslim ( Alwi Shihab, 1998, h.129).

Sebutkan alasan pokok yang menyebabkan para sarjana Indonesia bersikap agak menyepelekan “faktor misi Kristen” dalam mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan lahirnya Organisasi Muhammadiyah ?
1. Keengganan mereka untuk membahas masalah yang dapat menimbulkan pertentangan tersembunyi antara kaum Muslim dan Kristen di Indonesia.
2. Kehati-hatian mereka yang besar, yang berusaha untuk tidak mengganggu kepekaan pemerintah yang berlebihan menyangkut berbagai yang berada dalam kategori sara (suku, agama, ras, dan antargolongan (Alwi Shihab, 1998, h.126).



Apa yang dimaksud dengan “orang luar” ?
Yaitu orang yang pendidikan resminya bukan Islam, kurang terikat oleh prinsip-prinsip fiqh, aksioma, dan kerangka prosedur tertentu, lebih cenderung melakukan inovasi dan lebih kritis terhadap ulama. (Ali Rahmena 1996, 15)

Apa yang dimaksud dengan “orang dalam” ?
Yang di maksud dengan “orang dalam” adalah orang yang pendidikan resminya Islam; punya kepedulian untuk membangkitkan Islam tanpa harus mengorbankan apa yang mereka anggap sebagai esensinya. (Ali Rahmena 1996, 15)

Apa yang anda ketahui tentang kepemimpinan ?
Kepemimpinan adalah soal penilaian masyarakat terhadap pribadi tertentu dalam kaitannya dengan sistem sosial yang berlaku. Interaksi yang dinamis antara kedua unsur pribadi dan sistem sosial ini adalah faktor utama yang memapankan kepemimpinan itu. Hal ini berarti bahwa selama pribadi yang disebut pemimpin itu dianggap atau dinilai telah memenuhi kebutuhan dari sistem sosial dan komunitasnya, maka selama itu pula ia dapat mempertahankan ikatan emosional dengan para pengikutnya. (Taufik Abdullah 1987, 64).

Sebutkan perbedaan antara Indonesia sebagai “negara” dan Indonesia sebagai “bangsa” ?
Sebagai “negara”, Indonesia adalah ikatan sosial yang terbentuk karena adanya konsensus politik dan berlanjut karena adanya sistem kekuatan yang sah. Sebagai “bangsa”, kita tak hanya berhadapan dengan kesadaran politik baru yang telah melampaui batas-batas etnis, tetapi juga pada suatu komunitas yang dibina berdasarkan nilai-nilai yang diserap dari pengalaman sejarah (Taufik Abdullah 1987, 55).

Apa beda penelitian agama dan penelitian keagamaan ?
Sasaran penelitian agama adalah agama sebagai doktrin, sedangkan sasaran penelitian keagamaan adalah agama sebagai gejala sosial (M. Atho' Mudzhar 1998, 36)

Sebutkan dua hal tentang persaingan antara ilmu sosial dan agama ?
1. Ilmu sosial terdiri sebagai saingan (rival) terhadap pandangan keagamaan, melalui kenyataan bahwa ia sungguh-sungguh mencoba menerangkan kenyataan-kenyataan.
2. Banyak ilmu sosial memberikan perhatian kepada pembentukan paradigma-paradigma dan pandangan-pandangan, biasanya atas dasar bahwa perangkat tertentu persoalan-persoalan empiris yang dipertanyakan belum bisa diatasi dengan menggunakan ukuran-ukuran penjelas yang tegas (Nurcholish Madjid, 1999, h.265).

Sebutkan fungsi teori ?
(a) mendefinisikan orientasi utama dari suatu cabang ilmu dengan mengarahkan bentuk-bentuk data mana yang perlu diabstraksikan;
(b) menwarkan suatu kerangka kopseptula untuk mengarahkan fenomena mana yang perlu disistematisasikan, diklasifikasikan, dan dihubungkan satu sama lain;
(c) meringkaskan sejumlah fakta menjadi generalisasi dasn sistem generalisasi;
(d) meramal fakta; dan
(e) menunjukkan kesenjangan yang ada dalam pengetahuan. (M. Atho' Mudzhar 1998, 46-7)


Sebutkan empat peran penting Muhammadiyyah ?
(a) gerakan pembaruan;
(b) agen perubahan sosial;
(c) kekuatan politik; dan,
(d) pembendung aktif misi-misi Kristenisasi di Indonesia (Alwi Shihab 1998, 3)

Sebutkan teori-teori dalam studi jender ?
(1) Teori Psikoanalisa/identifikai
(2) Teori Funsionalis Struktural
(3) Teori Konflik
(4) Teori Feminis
(5) Teori Sosio-Biologis ( Nasaruddin Umar 1999)


Apa yang dimaksud dengan teori Psikianalisa/Identifikasi ?
Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Sigmund Frued (1856-1939). Teori in imengungkapkan bahwa perilaku dan kepribadian laki-laki dan perempuan sejak awal di tentukan oleh perkembangan seksualitas. (Nasaruddin Umar 1999, 46)

Apa yang dimaksud dengan teori Fungsionalis Struktural ?
Teori strukturalis dan teori funsionalis dibedakan oleh beberapa ahli, seperti Hilary M. Lips dan S.A. Shield. Teori strukturalis lebih condong ke persoalan sosiologis, sedangkan teori fungsionalis lebih condong ke persoalan psikologis.
R. Dahrendolf, salah seorang pendukung teori ini meringkaskan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. suatu masyarakat adalah suatu kesatuan dari berbagai bagian;
b. sistem-sistem sosial senantiasa terpelihara karena mempunyai perangkat mekanisme kontrol;
c. ada bagian-bagian yang tidak berfungsi tetapi bagian-bagian itu dapat dipelihara dengan sendirinya atau hal itu melembaga dalam waktu yang cukup lama;
d. perubahan terjadi secara berangsur-angsur;
e. integrasi sosial dicapai melalui persepakatan mayoritas anggota masyarakat terhadap nilai. Sistem nilai adalah bagian yang paling stabil di dalam suatu sistem masyarkat. (Nasaruddin Umar 1999, 51-2)

Sebutkan wilayah kebudayaan Islam di dunia ?
a. Wilayah kebudayaan Arab yang mencakup semenanjung Arabia dan daerah-daerah Madrid, Afrika Utara, dsb.
b. Persia, Iran, dan sebagian wilayah Asia Tengah; yang dalam unsur bahasanya dipengaruhi oleh bahasa Persia, dan dalam unsur kebudayaan banyak di warnai oleh kebudayaan Persia
c. Wilayah kebudayaan Islam Turki dengan beberapa wilayah strategis di Eropa Timur seperti Kosova, dan daerah sekitarnya.
d. Wilayah kebudayaan Islam Indo-Pakistan, India, dan Bangladesh di samping Pakistan itu sendiri.
e. Wilayah kebudayaan Afrikanistan yang mencakup wilayah kebudayaannya Madrid (Spanyol), Praha, Nigeria, dsb.
f. Wilayah kebudayaan Indonesia-Melayu.
g. Wilayah kebudayaan di bagian belahan dunia Barat (Azyumardi Azra, 1999b, h.179)

Sebutkan karakter kebudayaan Islam Melayu ?
a. Pluralisme keagamaan.
b. Munculnya toleransi yang kuat pada setiap pemeluknya. Faktor penyebabnya adalah:
- faktor budaya atau orang-orang Melayu itu sendiri;
- watak yang baik atau disebut dengan penetration pasific.
c. “Moderat” (Azyumardi Azra, 1999b, h.182)



Sebutkan maksud pencarian konsep negara oleh ulama politik ?
a. untuk menemukan idealitas Islam tentang negara (menekankan aspek teoritis formal), yaitu mencoba menjawab pertanyaan, “bagaimana bentuk negara dalam Islam”. Pendekatan ini bertolak dari asumsi bahwa Islam memiliki konsep tentang negara.
b. Untuk melakukan idealisasi dari perspektif Islam terhadapan penyelenggaraan negara (menekankan aspek praksis dan substansial), yakni mencoba menjawab “bagaimana isi negara menurut Islam”. Pendekatan ini didasarkan pada anggapan bahwa Islam tidak membawa konsep tertentu tentang negara (Din Syamsuddin, 1999, h.43-4).

Sebutkan dua kesempatan dan peluang resmi digunakan Muslim Indonesia untuk mewujudkan aspirasi politiknya ?
1. Pada saat berlangsungnya diskusi mengenai dasar negara pada 1945.
2. Pada dekade 1950-an dalam sidang-sidang Konstituante yang memberi peluang pada setiap kelompok untuk mendidkusikan kembali konstruk ideologi dan undang-undang dasar (Bahtiar Effendy, dkk., 1998, h.386-386.).

Jelaskan paradigma tentang hubungan agama negara ?
a. Paradigma pertama memecahkan masalah dikotomi tersebut dengan mengajukan konsep bersatunya konsep agama dan negara. Agama dan negara, dalam hal ini, tidak dapat di pisahkan (integrated).
b. Paradigma kedua memandang agama dan negara berhubungan secara simbiotik, yaitu berhubungan secara timbal-balik dan saling memerlukan.
c. Paradigma ketiga bersifat sekularistik. Paradigma ini menolak baik hubungan integralistik maupun hubungan simbiotik antara agama dan negara. Sebagai gantinya, paradigma sekularistik mengajukan pemisahan antara agama dan negara (Din Syamsuddin, 1999, h.47-9)

Sebutkan faktor pokok yang mendorong terjadinya revitalisasi Islam ?
a. memburuknya posisi negara-negara Muslim dalam konflik Utara-Selatan;
b. perubahan sosial yang berlangsung amat cepat dengan akibat-akibatnya yang destruktif di dalam masyarakat-masyarakat Muslim;
c. krisis legitimasi di dalam sistem-sistem politik berorientasi sekular (Azyumardi Azra, 1999b, h.65)

Sebutkan dua karateristik politik Islam di Indonesia ?
a. para aktivis politik kepartaian terdiri dari figur-figur cendekiawan yang secara intelektual sangat artikulatif. Marekalah aktivis sekaligus pemikir politik.
b. Sebagai implikasi dari kecendekiawannya, pada episode tersebut, diskursus intelektualisme di bidang politik diwakili sepenuhnya oleh aktivis kepartaian itu sendiri (Hajroyanto Y. Tohari, 1999, h.127-8)

Gambarkan hubungan Islam dengan kekuasaan di Era Orde Baru !
a. Fase marginalisasi (1968-1986). Dalam fase ini, keberadaan umat Islam sunnguh sengsara. Islam dianggap sebagai kelompok pembangkang dan segala aspirasi politiknya selalu dicurigai.
b. Fase understanding (1986-1989); ditandai oleh proses interaksi dan dialog antara kekuatan Islam (politik) dengan pemerintah.
c. Fase akomodasionis (1989-1998). Ditandai dengan berdiri ICMI dan mulai masuknya figur-figur Muslim dalam proses politik, dan sedikit banyak mempengaruhi policy pemerintah.
d. Fase transisional kritis (1998-2000). Kekuatan Islam di tafsirkan telah menjelma dalam pemerintahan B.J. Habibie. Meskipun ini berbau simplitis, namun buktinya bisa diukur dalam realitas keseharian (AM Fatwa, 1999, h.239-0)


Sebutkan alasan pembahasan hubungan agama dan politik dalam Islam tidak ada habis-habisnya ?
a. disebabkan kekayaan sumber bahasan, sebagai buah limabelas abada sejarah akumulasi pengalaman dunia Islam dalam membangun kebudayaandan peradaban.
b. Kompleksitas permasalahan, sehingga setiap pembahasan dengan sendirinya tergiring untuk memasuki satu atau beberapa pintu pendekatan yang terbatas.
c. Pembahasan tentang agama dan politik dalam Islam ini agaknya akan terus berkepangjangan, mengingat sifatnya yang mau-tak-mau melibatkan pandangan ideologis berbagai kelompok masyarakat, khususnya kalangan kaum Muslim sendiri ( Nurcholish Madjid, 1998, h.48)
Apa yang anda ketahui tentang paradigma ?
Paradigma adalah mode of thought, mode of inquiry yang di harapkan bisa menghasilkan mode og knowing (Budhy Munawar-Rachman, 1994, h.21)

Sebutkan tiga bentuk pemikiran sosial keagamaan kaum pembaru ?
1. “Islam Rasional”
2. “Islam peradaban”
3. “Islam transformatif” (Budhy Munawar-Rachman, 1994, h.6)

Sebutkan tiga program riset kaum neo-modernis Islam Indonesia dengan tiga kepentingan ?
1. kepentingan “teknis” dari Islam Rasional. Penelitian keislaman mereka dilakukan dalam memenuhi fungsi menetapkan pendapat, menghilangkan kesangsian dan akhirnya memperoleh kepercayaan tentang Islam yang kokoh.
2. Kepentingan dari Islam Peradaban, adalah “praktis,” untuk mendapatkan “makna” dari pewahyuan konkret al-Qur’ân. Karena itu, di samping analisis hermenetis dari konsep-konsep kunci al-Qur’ân, mareka pun memberi perhatian besar pada Islam kaum salaf metode yang dipakai untuk mengerti bagaiamana “Islam sejatai” ini- dalam istilah filsafat sosial, disebut verstehen (empati)- mencoba memahami bagaimana kalangan salaf itu mengahayati dan menjalankan Islam.
3. Kepentingan dari kalangan Islam Tranformatif adalam “emansipatoris” (Budhy Munawar-Rachman, 1994, h.7)

Islam Rasional di wakili oleh: Harun Nasution dan Djohan Effendi
Islam Peradaban di wakili oleh : Nurcholish Madjid dan Kuntowijoyo
Islam Trasfomatif d wakili oleh : Adi Sasono, M. Dawam Rahardjo dan kalangan Trasformis (Budhy Munawar-Rachman, 1994)


Sebutkan tiga ukuran (skolastik) yang biasa dipakai, untuk melihat sejauhmana derajat kebebasan manusia itu ada ?
1. Pertimbangan: suatu perbuatan seseorang disebut bebas,jika ia mengetahui apa yang dikehendaki, dan memeriksa semuanya dengan seksama.
2. Penilaian: pertimbangan yang di lakukannya itu yang pro dan kontra, secara praktis bisa dinilai, dan diketahui implikasi-implikasi pada perbuatan.
3. Pemilihan: penilaian yang sudah diberikan –yang dilakukan oleh akal- mampu memdorong kehendak manusia dalam melakukan suatu tindakan (Budhy Munawar-Rachman, 1994, h.11-12.)

Fazrul Rahman menyarankan jalan keluar melalui dua gerakan dalam penafsiran al-Qur’ân, jelaskan !
1. Pahami ari atau maksud suatu pernyataan dengan mengkaji situasi atau problem haistoris di mana pernyataan al-Qur’ân tersebut merupakan jawabannya.
2. Menggeneralisir jawaban-jawaban spesifik tersebut dan menyatakannya sebagai pernyataan-pernyataan yang memiliki tujuan moral-sosial umum yang dapat disaring dari ayat-ayat spesifik dalam sinaran latarbelakang sosio-historis dan ratio legis yang sering dinyatakan (Budhy Munawar-Rachman, 1994, h.15)


Jelaskan dua kelompok pemikiran utama dalam menggunakan pendekatan sejarah kajian hukum Islam di Barat !
1. Tradisionalist mendasarkan kajiannya pada letaratur yang di tulis oleh orang Arab/Islam. kelompok ini memandang bahwa literatur Arab/Islam, seluruhnya dapat dijadikan sebagai sumber kajian Islam, dan setiap fakta atau data yang ada harus di pandang benar sepanjang tidak ada fakta lain yang membuktikan sebaliknya.
2. Revisionist bertitik tolak dari anggap bahwa Islam itu sebenarnya tidak mempunyai rumusan ajaran hukum. Menurut kelompok ini, hampir seluruh formulasi hukum yang ada merupakan jiplakan dari aturan agama-agama sebelumnya,khususnya Yahudi; dan literatur Arab/Islam menjustifikasi kebenaran dan kehebatan Islam, bukan dalam rangka mengungkapkan data-data sejarah sebagaimana adanya. Akibatnya, dalam banyak hal ditemukan sejumlah pendapat yang tidak faktual, atau bahkan cenderung kontradiktif (Akh. Minhaji, 1997, h.6.)


Sebutkan teori-teori untuk menelusuri historisitas pemikiran yang berkembang dalam bidang hukum?
1. Common link theory yaitu bahwa teori ini menegaskan bahwa pada saat tertentu, pembawa hadits (rawi) itu hanya satu orang saja. Orang tersebut menerima dari orang banyak dan kemudian menyebarkan kepada orang banyak.
2. E-silentio theory yaitu pada saat terjadi perdebatan masalah hukum tertentu. Salah seorang peserta diskusi tersebut mengajukan satu dalil berupa hadits yang di katakan berasal dari Nabi. Sebenarnya, jauh sebelum itu sudah ada perdebatan menyangkut hal yang sama. Namun, ketika perdebatan pertama itu terjadi ternyata tak seorang pun yang mengemukakan hadits. Ini memberi indikasi bawha hadits itu sebenarnya bukan berasal dari Nabi dan hanya fabrikasi seseorang untuk mendukung pendapatnya yang dimunculkan pada saat perdebatan kedua.
3. Backward-projection theory yaitu suatu pendapat menjadi diterima oleh masyarakat jika hal itu datang dari dan/atau disandarkan kepada orang-orang atau kelompok-kelompok yang sudah dikenal di masyarakat. Dalam kontek madzhab, terbukti banyak sekali ulama yang sebenarnya menempati posisi mujtahid mutlak; namun dalam kenyataannya mereka tergolong/menggolongkan dirinya/digolongkan pada barisan ulama madzhab tertentu. Contoh kongkretnya adalah Ibn Taimiyah yang digolongkan ke dalam madzhab Hanbali dan Ibn Hazm yang digolongkan madzhab Dhahiri.
4. Redaction theory yaitu yang satu pendapat atau satu karya tulis itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Karenanya, untuk memahami suatu pendapat atau karya diperlukan pemahaman terhadap konteks yang ada. Dari sini menunjukkan kedudukan ilmu-ilmu sosial di kalangan para sarjana hukum Islam di Barat memainkan peranan penting yang membedakannya dengan kajian-kajian hukum di kalangan umat Islam yang lebih menekankan sistem doktriner. Teori redaksi ini juga menjelaskan adanya sejumlah karya terkenal yang dinyatakan sebagai hasil karangan fuqoha’ tertentu, padahal dalam kenyataannya karya tersebut di tulis oleh orang lain (Akh. Minhaji, 1997, h.6.)

Sebutkan perbedaan pendidikan agama Islam tradisional dan pendidikan Islam Modern ?
1. Tekan pendidikan agama tradisional adalah untuk memproduksi konsumer-konsumer ilmu yang telah ada; sedang pendidikan Islam modern berusaha memproduksi produser tesa-tesa (madzhab-madzhab) yang baru.
2. Sistem pendidikan agama tradisional memandang madzhab-mdzhab dalam agama itu sebagai yang final; sebaliknya sistem pendidikan modern madzhab-madzhab dalam agama hanya sebagai kumpulan pendapat ulama yang bersifat relatif, hanya merupakan alternasi-alternasi yang perlu di pertimbangkan (Simuh, 1997, h.47)

Sebutkan perbedaan pendekatan kefilsafatan dan teologi !
1. Pendekatan kefilsafatan lebih menekankan dimensi keberagamaan yang paling dalam-eosteris dan transendental-abstrak, sedangkan pendekatan teologi dan kalam sering kali lebih menekankan dimensi lahiriyyah-eksoterik dan final-konkrit.
2. Pendekatan kefilsafatan keagamaan lebih menekankan ketenangan dan kedalaman jiwa, sedang pendekatan teologi lebih menekankan keramaian (syi‘ar) yang bersifat ekspresif-keluar.
3. Pendekatan kefilsafatan lebih menggarisbawahi pentingnya “comprehension” (pemahaman;aql), sedang pendekatan keagamaan lebih menekankan “transmission” (pemindahan,pewarisan atau yang biasa disebut naql).
4. Pendekatan kefilsafatan lebih bercorak prophetis philosophy, sedang pendekatan agama lebih bercorak priestly religion (kependetaan, kepausan, keulamaan, kependandaan, kerabian).
5. Pendekatan kefilsafatan lebih menekankan dimensi being religious, sedang pendekatan keagamaan lebih menekankan dimensi having a religion (Amin Abdullah, 1997, h.60-61)

Pada tahun-tahun setelah kemerdekaan di Indonesia, yang berinteraksi empat tema umum dan bentuk-bentuk organisasional, sebutkan !
1. Kelompok nasionalis sekuler lama yang telah mendominasi pemerintahan kemerdekaan yang awal.
2. Radikalisme sosial, yangdigambarkan sangat jelas dalam partai komunis, PKI.
3. Islam reformis-fundamentalis, yang mengambil berbagai bentuk.
4. Secara tumbuh sebagai kekuatan yang penting, yaitu ABRI (John Obert Voll, 1997, h.306-7).



Apa pendapat John Obert Voll, tentang gambaran NU ?
Menurut John Obert Voll, NU, mengambarkan ulam yang konservatig, yang mau menerima sejumlah praktek-praktek sinkretik lama dan bersikap simpataik dengan tradisi budaya lokal, terutama Jawa (John Obert Voll, 1997, h.307.

Bagaimana pendapat John Obert Voll mengenai tujuan NU ?
Tujuan NU tekanannya lebih khusus pada ajaran-ajaran madzhab, dan NU kurang tegas dalam keenganannya untuk memadukan tujuan-tujuannya Islamnya dengan kalangan nasionalis sekuler.Praktek politiknya ditujukan pada “sulh” (“rekonsiliasi secara damai’) sebagai “dasar yang normal dalam melakukan hubungan dengan setiap orang dari suatu kelompok sepanjang hal itu merusak Islam dan perjuangannya”, dan tujuan itu adalah negagara “yang didasarkan pada Islam”, tetapi juga “negara yang menegakkan aturan hukum berdasarkan pada kedaulatan rakyat dalam pengertian saling mempertimbangkan” (John Obert Voll, 1997, h.307-8.)


[1] H.M. Atho' Mudzhar, Membaca Gelombang Ijtihad, (Yogyakarta: Titia Ilahi Press, 1998), p.74
[2] H.M. Atho' Mudzhar, Membaca Gelombang Ijtihad, (Yogyakarta: Titia Ilahi Press, 1998), p.80
[3]Abdul Azis Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam, Jil. II, ( Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve, 1997), p.353
[4] Wael B. Hallaq, Kontroversi Seputar Terbuka dan Tertutupnya Pintu Ijtihad, terj. Nurul Agustina, dalam Al-Hikmah, No.7 (1992), p.45
[5]Abdul Azis Dahlan (et al.), Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid I, ( Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve, 1997), p.334
[6] Fazrul Rahman, Islam, terj.Ahsin Muhammad cet. III, ( Bandung: Pustka, 1997), p.140
[7]Abdul Azis Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam, Jil. II, ( Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve, 1997), p.355
[8] Nurcholish Madjid, Islam dan Politik Suatu Tinjauan atas Prinsip-prinsip Hukum dan Keadilan, dalam Paramadina, Vol. I, No. 1 ( Jakarta: Paramadina, 1999), p.55-6
[9]A. Luthfi Assyaukanie, Tipologi dan Wacana Pemikiran Arab Kontemporer, dalam Paramadina, Vol. I, No. 1 ( Jakarta: Paramadina, 1999), p. 61
[10]A. Luthfi Assyaukanie, Tipologi dan Wacana Pemikiran Arab Kontemporer, dalam Paramadina, p.63-65
[11]A. Luthfi Assyaukanie, Tipologi dan Wacana Pemikiran Arab Kontemporer,63

[12] Martin Van Bruinessen, Kitab kuning Pesantren dan Tarekat, cetakan III, (Bandung: Mizan, 1999), p.25

2 Comments:

Blogger am said...

Hi Kamar, menarik sekali cara Anda belajar. Pantesan Anda produktif sekali...
Sayangnya blog ini koq macet ya? nulis terus dong...
He he he

8:07 AM

 
Anonymous Anonymous said...

top [url=http://www.c-online-casino.co.uk/]uk casinos online[/url] coincide the latest [url=http://www.casinolasvegass.com/]free casino[/url] manumitted no consign hand-out at the foremost [url=http://www.baywatchcasino.com/]loosen casino
[/url].

3:03 AM

 

Post a Comment

<< Home